Integrasi Limbah: Aksi Ekobrik dan Kompor Biomasa Untuk Lingkungan Bersih dan Energi Mandiri
Bidang Pemberdayaan Masyarakat/Umat Dewan Pastoral Paroki St. Yosef Onekore bekerja sama dengan Komunitas Anak Cinta Lingkugan (ACIL) Ende mengadakan Workshop Pengolahan Sampah dengan Tema : “Integrasi Limbah: Aksi Ekobrik dan Kompor Biomasa Untuk Lingkungan Bersih dan Energi Mandiri” bagi Orang Muda Katolik dan Pasutri Muda pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Workshop ini sendiri diikuti oleh utusan orang Muda dan pasutri Muda dari 20 Lingkungan yang ada di Paroki St. Yosef Onekore. Workshop ini, dibuka sendiri oleh Pastor Paroki, Pater Krispinianus Lado, SVD.
Sebagaimana seruan Paus Fransiskus dalam dokumen Ensiklik Laudato Si’, mi’ Signore : “ Bertobatlah! Lakukan pertobatan ekologis!”, dan seruan bapak Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Paroki st. Yosef Onekore Masyarakat melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat/Umat yang diketuai oleh Bapak Sebastianus Bele melaksanakan programnya dengan bekerja sama Komunitas ACIL Ende melaksanakan Workshop untuk pemanfaatan limbah sampah menjadi hal yang bernilai ekonomis dan menjaga lingkungan bersih.
Ibu Herlina Timugale, sebagai ketua panitia dalam kegiatan ini mengatakan bahwa, ” dalam Ensiklik Bapak Paus Fransiskus Laudato Si’, mi’ Signore sangat mengaharapkan semua insan manusia terkhusus orang katolik adanya sebuah pertobatan ekologis yang nyata dalam hidup keseharian kita. Nah, untuk itu kami merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu dengan cara mengajak orangmuda dan pasutri muda menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan limbah sampah menjadi nilai yang ekonomis.” Menurut Ibu Herlin, para peserta tidak hanya sebatas pelatihan dalm workshop ini, tetapi akan dibentuk kelompok-kelompok dan dibimbing terus agar apa yang didapat dalam pelatihan ini sungguh bermanfaat. ” Kelompok-kelompok ini, akan diberi jadwal untuk memulai praktek pengolahan sampah dengan material disiapkan oleh Paroki dan juga kelompok. Dan lokasi pengolahannya akan terjadi di Paroki sendiri, agar bisa terpantau kegiatannya,” demikian ungkap ibu Herlin. Lebih lanjut, ibu Herlin mengatakan bahwa hasil karya kelompok-kelompok ini akan dipasarkan/dijual dan hasil penjualan diserahkan seluruhnya bagi kelompok.

Para peserta yang hadir sangat antusias dalam kegiatan ini. Panitia menyadari walaupun banyak lingkungan yang tidak mengutus pesertanya, namun dengan kegiatan ini setidaknya menggugah umat paroki St. Yosef onekore untuk menjaga kebersihan di lingkungan rumahnya sendiri dan di lingkungan sekitarnya. Dan juga, memanfaatkan sampah agar bernilai ekonomis. Hal ini bukan berarti mengadakan sampah agar dimanfaatkan. Melainkan sampah-sampah yang telah ada dimanfaatkan sembari kita mengajak agar menghindari pemanfaatan plastik yang berlebihan. pertobatan ekologis dapat dimulai dari hal yang yang menyangkut ekologi hidup sehari-hari. Pertobatan ekologis dapat dimulai dari hal yang yang menyangkut ekologi hidup sehari-hari.