
Jumat, 25 September 2026 bertempat di Aula Paroki St. Yosef Onekore disela-sela kesibukannya Uskup Budi Kleden, SVD sempat bersilahturahmi dengan para relawan tanggap darurat bencana Gempa 15 Agustus 2026 yang adalah Orang-orang Muda Katolik (OMK) Sinjo Paroki onekore. Hadir dalam pertemuan non formal itu JPIC SVD Ende, JPIC Paroki St. Yosef Onekore, JRS (Jesuit Refugee Service) Indonesia, Ketua JPIC Keuskupan Agung Ende (Romo Piperno Bego, Pr), para ketua Bidang DPP dan perwakilan anggota DPP Paroki Onekore, Pastor Paroki St. Yosef Onekore (Pater Pian Lado, SVD).
Dalam kesempatan itu, bapak Uskup mendengar langsung laporan kerja dari JPIC SVD dan perwakilan JRS selama masa tanggap darurat bagi sama saudara yang sangat terdampak akibat bencana Gempa 7,7 SR pada Sabtu, 15 Agustus 2026 yang lalu. Oleh perwakilan JPIC SVD disampaikan ibu Herlina Timugale dan dari JRS disampaikan oleh Ibu Nining dan Grace. Setelah mendengarkan sharing dari masing-masingnya, bapak uskup sangat apreasi atas kerja keras para relawan dari JPIC SVD yang berkolaborasi dengan JPIC SSps, Truf-F, Paroki St. Yosef Onekore dan JRS.Secara khusus bapak Uskup mengucapkan terimakasih kepada Serikat Yesus yang merupakan lembaga sosial kemanusiaan yang bergerak dalam menemani, melayani, dan membela hak-hak para pengungsi atau siapapun yang terpaksa berpindah baik di dalam negeri maupun pengungsi dari luar negeri.
Bapak Uskup Budi Kleden, SVD mengharapkan adanya sinergisitas dan koordinasi antar Posko penanganan yang ditangani JPIC terkhusus dengan pemerintah. Hal ini agar tidak terjadi tumpah tindih dalam pendistribuasian bantuan dan juga agar ada kecocokan data. Selain itu, bapak Uskup sangat senang dan berbangga atas kerelaan khususnya kaum muda. Dari pengalaman ini, orang-orang muda diajak untuk mempedulikan orang lain yang membutuhkan. Bapak Uskup Budi, sangat mengaharapkan para relawan orang muda dibekali sungguh-sungguh kepribadiannya. Menjadi relawan perlu dipersiapkan secara mental dan rohani, sebelum ke lapangan. Karena selain membantu secara tenaga tapi merupakan karya pewartaan yang membawa kebebasan secara sosial dan Rohani. Apalagi di daerah-daerah atau tempat pengungsian yang karena bencana terjadi konflik.
Setelah duduk bersama dengan para relawan, bapak uskup menyempatkan foto bersama dengan peserta yang hadir.