
Kabupaten Ende, di tahun 2026 di masa kepemimpinan Yosef B. Badeoda kini kembali menggelar prosesi Maria Guadalupe dalam menyongsong Perayaan memperingati Hari Lahirnya Pancasila. Kabupaten Ende, secara Nasional telah diakui sebagai tempat lahirnya ilham butir-butir Pancasila oleh Presiden Pertama, Soekarno. Di bawah Pohon Sukun, Sang Proklamator merefleksi dan akhirnya menemukan satu fondasi untuk tetap kokohnya bangsa ini, Yaitu PANCASILA dasar Negara ini.
Atas dasar inilah, konsep Bupati Ende dengan semboyan “Ende Baru” oleh Bupati Ende Tote Badeoda (sapaan sehari-hari) menggelar doa kebangsaan bagi masing-masing agama dibuat. Untuk sama saudara beragama Islam melaksanakan tahlilan di makam ibu Amsy dan di Masjid Arabitha. Umat Kristen akan beribadah di Gereja Syalom dan Umat Katolik menggadakan Parade Prosesi Maria Guadalupe.
Maria Guadalupe sendiri adalah Bunda Maria yang menampakan diri kepada seorang pribumi bernama Santo Juan Diego di Bukit Tepeyac, Meksiko, pada tahun 1531. Penampakan Santa Maria Guadalupe diyakini membawa banyak mukjizat dan menjadi tonggak penting dalam sejarah Gereja, khususnya di benua Amerika. Salah satu mukjizat yang paling dikenal adalah gambar Bunda Maria yang secara ajaib tercetak pada tilma atau jubah Juan Diego, yang hingga kini masih terpelihara dan tidak rusak meski telah berusia hampir lima abad.
Bagi umat Katolik, Santa Maria Guadalupe dikenal sebagai Bunda yang peduli dan dekat dengan kaum kecil, lemah, dan tertindas. Dalam berbagai kesaksian, banyak umat mengimani perantaraan doa Santa Maria Guadalupe membawa kesembuhan, pertobatan, serta penguatan iman dalam menghadapi persoalan hidup.
Jadi, wajarlah menyongsong hari lahirnya Panacasila yang diperingati setiap tanggal 01 Juni umat Katolik berdevosi secara khusus terhadap Maria Guadalupe. Maria Guadalupe menjadi inspirasi bagi bangsa ini untuk selalu mempedulikan kaum lemah, kaum yang tertindas dan para papa miskin.
Parade Prosesi tanggal 31 Mei 2026 kali ini titik startnya dari Paroki Kristus Raja Katedral Ende dan berakhir di Paroki St. Donatus Boanawa ( paroki yang dikenal dengan Paroki Pancasila). Dan ditutup dengan Perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi ini, selain untuk bersyukur dan mendoakan bangsa ini juga bertepatan dengan penutupan rangkaian Devosi di bulan Maria (Bulan Maria) dan Perayaan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Umat Katolik seluruhnya meyakini Bunda Maria akan selalu melindungi dan mendoakan bangsa ini agar bersatu tak tercerai berai sebagaimana Allah Tritunggal Mahakudus adalah Satu kekal dan sealma-lamanya.
Adapun Rundown rangkaian kegiatan ini sebagai berikut :
| No | Waktu | Hari/Tanggal | Kegiatan |
| 1. | 15.00 Wita – Seleai | Jumat, 29 Mei 2026 | Pengambian Patung Maria Guadalupe dari Kevikepan Ende menuju Rumah Keuskupan Agung Ende (KAE) Ndona |
| 2. | 14.00 Wita – Selesai | Sabtu, 30 Mei 2026 | Penjemputan Patung Maria Guadalupe dari Rumah KAE Ndona menuju Paroki Katedral |
| 3. | 14.00 Wita – Selesai | Minggu, 31 Mei 2026 | Prosesi Ine Maria Guadalupe dari Paroki Katedral menuju Paroki Boanawa |
Adapun Rute Penjemputan Patung Maria Guadalupe dari rumah Keuskupan Agung Ende di Ndona menuju Paroki Katedral adalah : Ndona – Jl. Gatot Subroto-Jl. Anggrek Bawah – Jl. Anggrek Atas – Jl. Prof W.Z. Yohanes – Jl. Melati BAwah – Jl. Gatot Subroto – Jl. Kelimutu – Jl. Banteng – Jl. Sudirman – Jl. Yos Sudarso – PAroki Katedral
Rute perarakan Ine Maria Guadalupe dalam Doa Kebangsaan ( Minggu, 31 Mei 2026) : Dimulai Jam 14.00 Wita – Paroki Katedral – Jl. Yos Sudarso – Jl. Pahlawan – Jl. Nuamuri – Jl. Wirajaya – Titik 1 Depan Gereja Onekore (Paroki Onekore) – Jl. Wirajaya – Jl Eltari atas – Titik 2 Puspas Ende (Paroki Puurere) – Jl. Eltari Bawah – Titik 3 Perlimaan (Paroki Mautapaga) – Jl. Ahmad Yani – Jl. Katedral – Titik 4 Pertigaan Harapan (Paroki Boanawa) – Jl. RW. Monginsidi – Titik Finish Gereja St. Donatus Boanawa.
Umat pesirah diharapkan mengenakan Baju bernuansa Putih dan mengenakan Sarung khas daerah ( Lawo=Perempuan dan Ragi = Laki-laki). Umat tidak diperkenankan membawa lilin melainkan Obor.